Manchester United Fortune: 2013

Manchester United

Manchester United

Kamis, 14 Maret 2013

SEJARAH BORUSSIA DORTMUND – Berdiri secara resmi pada tahun 1909, Borrussia Dortmund adalah  tim sepak bola Bundesliga Jerman yang merupakan bentuan dari sejumlah orang yang pada masa itu kurang setuju dengan dominasi yang dilakukan oleh Gereja. Karena ada ketidaksesuaian tersebut, maka kemudian tim sepakbola ini langsung dibentuk dengan disponsori oleh sekelompok golongan pengusaha yang menamakan diri mereka dengna sebutan Trinity youth.
Borussia Dortmund
Dalam perjalanan dari tim sepak bola Borussia Dortmund ini, tim ini sangat sering mengalami lika liku kehidupan sebagi sebuah klub sepak bola. Salah satu dari lika – liku tersebut dan menjadi sebuah lika – liku yang berupa kenangan buruk tersebut adalah dengan mengalami sebuah kebangkrutan yang terjad pada tahun 1929.
Namun demikian, karena seringnya mengalami pahit manisnya kehidupan tersebut maka tim sepakbola yang satu ini berhasil bertahan dan kemudian bangkit dengan mengukir prestasi secara sangat gemilang. Beberapa diantaranya adalah keberhasilan tim ini dalam menjuarai Liga Champions pada tahun 1997 yang lalu dan tradisi tersebut akan sangat mungkin untuk terulang kembali mengingat kini BORUSSIA DORTMUND kembali iktuserta dalam pergelaran kompetisi Liga Champions Eropa.
Penggunaan nama dari tim sepak bola ini adalah berasal dari bahasa Yunani yakni berasal dari kata Prussia yang kemudian karena mungkin orang Jerman tidak bisa melafalkan huruf “p” maka kemudian berbahlang nama dari semula yang berbentuk Prussia, kini menjadi Borussia dengan tambahan Bortmund dibelakangnya.

Selasa, 05 Maret 2013

 


We All Follow Man United


We all follow Man United
We're all going to Wemberly
And we'll really shake them up
When we win the FA Cup
Cuz United are the greatest football team
United are the greatest football team

We're the boys in red
The leaders of the pack
And the whole world knows our name
Strong in defence
United in attack
We know our aim is winning the game

When we take that trip down Wembley Way
And we hear the fans all roar
We're gonna win the Cup
We're gonna win the Cup
United are gonna score

United, United
The Reds are gonna score

We all follow Man United
We're all going to Wemberly
And we'll really shake them up
When we win the FA Cup
Cuz United are the greatest football team
United are the greatest football team

When we hear that whistle start to go
There'll be cheers for everyone
We're gonna win the Cup
We're gonna win the Cup
And the Reds go marching on

United, United
The Reds go marching on

We all follow Man United
We're all going to Wemberly
And we'll really shake them up
When we win the FA Cup

Apakah pantas Nani dikartu MERAH ?

Mike Phelan dan Sir Alex Ferguson (Foto: Getty Images)
Mike Phelan dan Sir Alex Ferguson (Foto: Getty Images)
Sebuah kartu merah wasit Cuneyt Cakir untuk Luis Nani mengubah pertandingan Manchester United kontra Real Madrid, Selasa (5/3). Setelah pengusiran Nani, Los Blancos berhasil membalikkan keadaan. Tak heran, sosok sang pengadil asal Turki itu membuat Sir Alex Ferguson kecewa berat.
Asisten manajer Man. United, Mike Phelan mengkritik tajam putusan Cakir. Pasalnya, Phelan mengaku timnya sempat merepotkan Madrid dan unggul terlebih dahulu lewat gol bunuh diri Sergio Ramos.
"Kami merasa telah menerapkan taktik yang tepat. Kami merasa nyaman menjalani pertandingan. Tapi, sebuah putusan (kartu merah) yang menakjubkan telah mengubahnya," ungkap Phelan kepada BBC.
"Bermain dengan 10 pemain melawan Madrid jelas sangat sulit. Kami sangat kecewa karena hanya bermain dengan 10 orang," sambung Phelan.
Phelan pun tak memungkiri bahwa kekecewaan juga dirasakan Ferguson. Tak ayal, sang manajer enggan menghadiri konferensi pers setelah laga. "Sir Alex Ferguson merasa putus asa dan itulah alasan saya duduk di sini," tandas Phelan. (Anju)

Minggu, 24 Februari 2013

Manchester United di atas angin , Madrid di hadang REKOR BURUK



MASIH SAYANG— Cristiano Ronaldo memeluk mantan pelatihnya, Sir Alex Ferguson, usai laga di Santiago Bernabeu. PERTARUNGAN bintang bola di Santiago Bernabeu, Kamis (14/2) dinihari WIB, antara Real Madrid kontra Manchester United, tidak menghasilkan satu pemenang pun, pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Madrid yang tampil lebih dominan harus puas dengan hasil imbang 1-1.
Hasil itu membuat langkah Madrid lebih berat karena di leg kedua akan bertandang ke markas MU di Old Trafford. Los Blancos punya catatan buruk yang bisa menggagalkan misi ke perempatfinal.
Sejarah mencatat, Madrid punya serangkaian rekor buruk menghadapi leg kedua nanti. Seperti dicatat Opta, Los Merengues 11 kali tersingkir di babak knockout dari 12 kali melakoni laga leg pertama di kandang tanpa kemenangan. Ini artinya presentase Madrid lolos sangatlah kecil.
Ditambah lagi Madrid hanya memenangi satu dari lima lawatan terakhir mereka ke kandang klub-klub Inggris yakni kemenangan 1-0 di perempatfinal Liga Champions melawan Tottenham Hotspur dua musim lalu. Sisanya berakhir dua kekalahan (3-4 dari MU dan 0-4 dari Liverpool) serta dua seri (0-0 dengan Arsenal dan 1-1 dengan Manchester City).
Sementara, ‘Setan Merah’ justru punya rekor fantastis di fase gugur ini ketika mereka mampu lolos 17 kali dari 19 laga di mana mereka mampu terhindar dari kekalahan. Meski demikian entrenador Madrid, Jose Mourinho punya kenyakinan timnya akan bisa lolos ke perempatfinal.
Mourinho pun mengaku puas dengan penampilan pasukannya di laga tersebut. Pelatih berjuluk The Only One ini yakin timnya bakal memetik kemenangan atau minimal meraih skor imbang 2-2 di pertandingan leg kedua yang akan digelar di Old Trafford, 6 Maret mendatang. “Saya pikir hasil pertandingan ini akan ditentukan hingga menit-menit akhir. Peluang kedua tim masih 50-50. Kami pasti mampu mencetak gol lebih dari satu di Old Trafford,” tukas mantan manajer Chelsea itu.
Ya, peluang Madrid memang belum habis. Cristiano Ronaldo menjadi penyelamat Real Madrid saat berhadapan dengan mantan klub, United. Ronaldo menjadi poros utama Madrid. Beberapa peluang berhasil diciptakan bomber berjuluk CR7 tersebut. Akan tetapi, hanya satu yang mampu dikonversinya menjadi gol. Meski begitu, gol tersebut terbilang penting, karena memaksakan hasil imbang 1-1 dan tetap menjaga peluang Madrid untuk lolos ke perempatfinal.
CR7 Ronaldo terlihat tak melakukan selebrasi saat menjebol gawang Manchester United di menit 30, sekalig membalas gol dari Denny Wellbeck. CR7 menyatakan sengaja melakukannya karena masih punya afeksi alias rasa sayang yang begitu besar pada mantan klubnya tersebut.
“Saya bermain selama enam tahun bagi Manchester United dan saya masih remaja ketika pertama kali datang ke sana. Seperti yang semua tahu, saya masih punya afeksi yang begitu besar terhadap klub tersebut,” kata  Cristiano Ronaldo.
“Itulah kenapa saya tidak merayakan gol tersebut. Ini demi menghormati orang-orang yang berada di sana,” imbuhnya.
Sementara, secara keseluruhan, Pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson menilai, CR7 kesulitan menghadapi klub yang cukup mengenal dirinya. Fergie menilai, Ronaldo harus berjuang keras untuk membongkar rapatnya pertahanan United.
Lebih jauh, Fergie juga memberikan pujiannya terhadap gol Ronaldo yang diciptakannya lewat sundulan mematikan. Ya, Ronaldo menunjukkan kelebihannya dengan mampu memenangi duel udara dengan Patrice Evra dan menanduk bola melewati jangkauan David De Gea. Gol sundulan trademark Ronaldo dan mengingatkan pada satu gol yang dicetaknya di di final Liga Champions kontra Chelsea tahun 2008. Gol indah tanpa selebrasi sedikitpun dari pesepakbola asal Portugal itu. Apa komentar Fergie soal itu?
“Sundulan hebat. Sulit dipercaya. Anda tidak bisa menghentikannya. Dia meloncat tinggi, menahan dirinya di udara, dan melepaskan tandukan bertenaga. Saat jeda babak pertama, saya bertanya kepada Evra mengapa dia tidak menghalanginya. Namun, ketika saya melihat tayangan ulangnya, saya tidak bisa berkata apa-apa lagi,” tandasnya. (*/ren)

SEJARAH MANCHESTER UNITED #GGMU!

Sejarah Manchester United






Klub ini dibentuk pada tahun 1878 dengan nama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railway Football Club (Newton Heath LYR F.C.) oleh para pekerja rel kereta api di Newton Heath. Mereka bermain di sebuah lapangan kecil di North Road, dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama lima belas tahun, sebelum pindah ke Bank Street di kota dekat Clayton pada 1893. Tim sudah menjadi anggota Football League setahun sebelumnya dan mulai memutuskan hubungannya dengan stasiun kereta api, untuk menjadi sebuah perusahaan mandiri, mengangkat seorang sekretaris dan membuang nama belakang "LYR" sehingga menjadi Newton Heath F.C saja.

Namun pada tahun 1902, tim nyaris bangkrut, dengan utang lebih dari £2500 dan bahkan lapangan Bank Street mereka pun telah ditutup. Hanya beberapa saat sebelum klub diputuskan untuk dibubarkan, klub tiba-tiba mendapatkan suntikan dana dari J.H. Davies, direktur sebuah perusahaan bir Manchester Breweries. Ceritanya adalah sang kapten tim, Harry Stafford, memamerkan anjingnya pada acara pengumpulan dana untuk klub. Anjing berjenis St. Bernard itu ditaksir oleh Davies dan ia ingin membelinya. Tawaran itu ditolak Stafford dan sebagai gantinya ia menawarkan Davies untuk menginvestasikan uangnya pada klub sepakbolanya sekaligus menjadi chairman Newton Heath FC.



Tawaran itu diterima dan selamatlah Newton Heath dari kebangkrutan. Setelah itu diadakanlah sebuah rapat untuk mengganti nama klub untuk menandai awal kebangkitan klub. Nama ‘Manchester Central’ dan ‘Manchester Celtic’ mencuat untuk menjadi kandidat kuat nama baru sebelum Louis Rocca, seorang anak muda imigran Italia, berkata “Bapak-bapak, mengapa tidak kita pakai nama Manchester United ?” Nama yang diusulkan Rocca disetujui dan secara resmi mulai dipakai pada 26 April 1902. Davies sang chairman baru, juga memutuskan untuk mengganti warna tim dari hijau keemasan menjadi merah-putih sebagai warna Manchester United.


Putra A. Zam Zam