Manchester United Fortune: Manchester United di atas angin , Madrid di hadang REKOR BURUK

Manchester United

Manchester United

Minggu, 24 Februari 2013

Manchester United di atas angin , Madrid di hadang REKOR BURUK



MASIH SAYANG— Cristiano Ronaldo memeluk mantan pelatihnya, Sir Alex Ferguson, usai laga di Santiago Bernabeu. PERTARUNGAN bintang bola di Santiago Bernabeu, Kamis (14/2) dinihari WIB, antara Real Madrid kontra Manchester United, tidak menghasilkan satu pemenang pun, pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Madrid yang tampil lebih dominan harus puas dengan hasil imbang 1-1.
Hasil itu membuat langkah Madrid lebih berat karena di leg kedua akan bertandang ke markas MU di Old Trafford. Los Blancos punya catatan buruk yang bisa menggagalkan misi ke perempatfinal.
Sejarah mencatat, Madrid punya serangkaian rekor buruk menghadapi leg kedua nanti. Seperti dicatat Opta, Los Merengues 11 kali tersingkir di babak knockout dari 12 kali melakoni laga leg pertama di kandang tanpa kemenangan. Ini artinya presentase Madrid lolos sangatlah kecil.
Ditambah lagi Madrid hanya memenangi satu dari lima lawatan terakhir mereka ke kandang klub-klub Inggris yakni kemenangan 1-0 di perempatfinal Liga Champions melawan Tottenham Hotspur dua musim lalu. Sisanya berakhir dua kekalahan (3-4 dari MU dan 0-4 dari Liverpool) serta dua seri (0-0 dengan Arsenal dan 1-1 dengan Manchester City).
Sementara, ‘Setan Merah’ justru punya rekor fantastis di fase gugur ini ketika mereka mampu lolos 17 kali dari 19 laga di mana mereka mampu terhindar dari kekalahan. Meski demikian entrenador Madrid, Jose Mourinho punya kenyakinan timnya akan bisa lolos ke perempatfinal.
Mourinho pun mengaku puas dengan penampilan pasukannya di laga tersebut. Pelatih berjuluk The Only One ini yakin timnya bakal memetik kemenangan atau minimal meraih skor imbang 2-2 di pertandingan leg kedua yang akan digelar di Old Trafford, 6 Maret mendatang. “Saya pikir hasil pertandingan ini akan ditentukan hingga menit-menit akhir. Peluang kedua tim masih 50-50. Kami pasti mampu mencetak gol lebih dari satu di Old Trafford,” tukas mantan manajer Chelsea itu.
Ya, peluang Madrid memang belum habis. Cristiano Ronaldo menjadi penyelamat Real Madrid saat berhadapan dengan mantan klub, United. Ronaldo menjadi poros utama Madrid. Beberapa peluang berhasil diciptakan bomber berjuluk CR7 tersebut. Akan tetapi, hanya satu yang mampu dikonversinya menjadi gol. Meski begitu, gol tersebut terbilang penting, karena memaksakan hasil imbang 1-1 dan tetap menjaga peluang Madrid untuk lolos ke perempatfinal.
CR7 Ronaldo terlihat tak melakukan selebrasi saat menjebol gawang Manchester United di menit 30, sekalig membalas gol dari Denny Wellbeck. CR7 menyatakan sengaja melakukannya karena masih punya afeksi alias rasa sayang yang begitu besar pada mantan klubnya tersebut.
“Saya bermain selama enam tahun bagi Manchester United dan saya masih remaja ketika pertama kali datang ke sana. Seperti yang semua tahu, saya masih punya afeksi yang begitu besar terhadap klub tersebut,” kata  Cristiano Ronaldo.
“Itulah kenapa saya tidak merayakan gol tersebut. Ini demi menghormati orang-orang yang berada di sana,” imbuhnya.
Sementara, secara keseluruhan, Pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson menilai, CR7 kesulitan menghadapi klub yang cukup mengenal dirinya. Fergie menilai, Ronaldo harus berjuang keras untuk membongkar rapatnya pertahanan United.
Lebih jauh, Fergie juga memberikan pujiannya terhadap gol Ronaldo yang diciptakannya lewat sundulan mematikan. Ya, Ronaldo menunjukkan kelebihannya dengan mampu memenangi duel udara dengan Patrice Evra dan menanduk bola melewati jangkauan David De Gea. Gol sundulan trademark Ronaldo dan mengingatkan pada satu gol yang dicetaknya di di final Liga Champions kontra Chelsea tahun 2008. Gol indah tanpa selebrasi sedikitpun dari pesepakbola asal Portugal itu. Apa komentar Fergie soal itu?
“Sundulan hebat. Sulit dipercaya. Anda tidak bisa menghentikannya. Dia meloncat tinggi, menahan dirinya di udara, dan melepaskan tandukan bertenaga. Saat jeda babak pertama, saya bertanya kepada Evra mengapa dia tidak menghalanginya. Namun, ketika saya melihat tayangan ulangnya, saya tidak bisa berkata apa-apa lagi,” tandasnya. (*/ren)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar