PERTARUNGAN
bintang bola di Santiago Bernabeu, Kamis (14/2) dinihari WIB, antara
Real Madrid kontra Manchester United, tidak menghasilkan satu pemenang
pun, pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Madrid yang tampil
lebih dominan harus puas dengan hasil imbang 1-1.
Hasil itu membuat langkah Madrid lebih berat karena di leg
kedua akan bertandang ke markas MU di Old Trafford. Los Blancos punya
catatan buruk yang bisa menggagalkan misi ke perempatfinal.
Sejarah
mencatat, Madrid punya serangkaian rekor buruk menghadapi leg kedua
nanti. Seperti dicatat Opta, Los Merengues 11 kali tersingkir di babak
knockout dari 12 kali melakoni laga leg pertama di kandang tanpa
kemenangan. Ini artinya presentase Madrid lolos sangatlah kecil.
Ditambah
lagi Madrid hanya memenangi satu dari lima lawatan terakhir mereka ke
kandang klub-klub Inggris yakni kemenangan 1-0 di perempatfinal Liga
Champions melawan Tottenham Hotspur dua musim lalu. Sisanya berakhir dua
kekalahan (3-4 dari MU dan 0-4 dari Liverpool) serta dua seri (0-0
dengan Arsenal dan 1-1 dengan Manchester City).
Sementara, ‘Setan
Merah’ justru punya rekor fantastis di fase gugur ini ketika mereka
mampu lolos 17 kali dari 19 laga di mana mereka mampu terhindar dari
kekalahan. Meski demikian entrenador Madrid, Jose Mourinho punya
kenyakinan timnya akan bisa lolos ke perempatfinal.
Mourinho pun
mengaku puas dengan penampilan pasukannya di laga tersebut. Pelatih
berjuluk The Only One ini yakin timnya bakal memetik kemenangan atau
minimal meraih skor imbang 2-2 di pertandingan leg kedua yang akan
digelar di Old Trafford, 6 Maret mendatang. “Saya pikir hasil
pertandingan ini akan ditentukan hingga menit-menit akhir. Peluang kedua
tim masih 50-50. Kami pasti mampu mencetak gol lebih dari satu di Old
Trafford,” tukas mantan manajer Chelsea itu.
Ya, peluang Madrid
memang belum habis. Cristiano Ronaldo menjadi penyelamat Real Madrid
saat berhadapan dengan mantan klub, United. Ronaldo menjadi poros utama
Madrid. Beberapa peluang berhasil diciptakan bomber berjuluk CR7
tersebut. Akan tetapi, hanya satu yang mampu dikonversinya menjadi gol.
Meski begitu, gol tersebut terbilang penting, karena memaksakan hasil
imbang 1-1 dan tetap menjaga peluang Madrid untuk lolos ke
perempatfinal.
CR7 Ronaldo terlihat tak melakukan selebrasi saat
menjebol gawang Manchester United di menit 30, sekalig membalas gol dari
Denny Wellbeck. CR7 menyatakan sengaja melakukannya karena masih punya
afeksi alias rasa sayang yang begitu besar pada mantan klubnya tersebut.
“Saya
bermain selama enam tahun bagi Manchester United dan saya masih remaja
ketika pertama kali datang ke sana. Seperti yang semua tahu, saya masih
punya afeksi yang begitu besar terhadap klub tersebut,” kata Cristiano
Ronaldo.
“Itulah kenapa saya tidak merayakan gol tersebut. Ini demi menghormati orang-orang yang berada di sana,” imbuhnya.
Sementara,
secara keseluruhan, Pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson
menilai, CR7 kesulitan menghadapi klub yang cukup mengenal dirinya.
Fergie menilai, Ronaldo harus berjuang keras untuk membongkar rapatnya
pertahanan United.
Lebih jauh, Fergie juga memberikan pujiannya
terhadap gol Ronaldo yang diciptakannya lewat sundulan mematikan. Ya,
Ronaldo menunjukkan kelebihannya dengan mampu memenangi duel udara
dengan Patrice Evra dan menanduk bola melewati jangkauan David De Gea.
Gol sundulan trademark Ronaldo dan mengingatkan pada satu gol yang
dicetaknya di di final Liga Champions kontra Chelsea tahun 2008. Gol
indah tanpa selebrasi sedikitpun dari pesepakbola asal Portugal itu. Apa
komentar Fergie soal itu?
“Sundulan hebat. Sulit dipercaya. Anda
tidak bisa menghentikannya. Dia meloncat tinggi, menahan dirinya di
udara, dan melepaskan tandukan bertenaga. Saat jeda babak pertama, saya
bertanya kepada Evra mengapa dia tidak menghalanginya. Namun, ketika
saya melihat tayangan ulangnya, saya tidak bisa berkata apa-apa lagi,”
tandasnya. (*/ren)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar